ALIH FUNGSI LAHAN, AKIBATNYA BULIR PADI MENJADI KECIL-KECIL

Analis pertanian dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ikbal Bahua, menilai alih fungsi tanah persawahan menjadi bangunan yang terjadi di Gorontalo, Provinsi Gorontalo, serius Kebutuhan Pencegahan penanganan hati Of Pemerintah Daerah. Selain itu, DENGAN Tanah Irigasi Teknis Sudah beralih fungsi.

Jika hal tersebut terus terjadi, akan mempengaruhi buruk bagi orang yang masih mempertahankan ladang mereka, karena akan kekurangan suplai air.

“Bahkan sawah yang ada bangunan sekitarnya akan terganggu, bulir padi bisa menjadi kecil-kecil. Bahkan para petani yang memanen tiga kali dalam setahun, akan menjadi setahun sekali saja,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Jumat (14/4).

Dirinya juga mengatakan,hama akan banyak mengganggu. Seperti tikus, yang biasanya ada di rumah warga, akan pindah ke lahan basah, sehingga mengurangi hasil panen para petani.

Kondisi lain yang dia amati harga makanan lebih mahal tapi alih fungsi lahan terus terjadi. Bahkan, pemerintah pusat sedang gencarnya menerapkan program swasembada pangan.

“Kita perlu regulasi-regulasi yang mampu menciptakan ekosistemyang baik. Bahkan analisis dampak lingkungan (AMDAL) harus lanjutkan dengan catatan pembangunan tidak begitu mengganggu lingkungan,” katanya.

Dampak dari sekian banyak fungsi tanah persawahan menjadi bangunan, termasuk banjir bisa menghantui daerah itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s