PERAGAAN KOSTUM BERBAHAN SAMPAH DI TRAWAS TRASHION CARNIVAL MOJOKERTO

Menurut sebagian besar orang, kain sampah merupakan barang yang sama sekali tidak berguna. Tapi di tangan orang-orang ini, bisa diatur menjadi kostum yang menarik dengan berbagai tema. Seperti pada kostum Trawas Trashion Carnival (TTC), di Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (23/4).
Puluhan model kostum dengan berbagai corak yang dipamerkan, bahkan pernah menang dalam berbagai aktivitas balapan. Puluhan kostum yang digunakan ini dibuat dengan berbagai tema, diantaranya tema tradisional, seperti kostum Borobudur, kostum Reog, kostum kostum Bekisar, kostum Tiger, kostum Lion Fish, kostum busana, kostum Apache, dan kostum Kerajaan China.
Beberapa dari mereka telah memenangkan berbagai lomba, seperti kostum Apache, hadiah pertama di Padare Batik, Kota Mojokerto 2015, kostum Naga, yang pernah menjadi juara di ajang Tretes Fashion Carnival pada tahun 2016, serta kostum Chicken Bekisar, yang merupakan pemenang kedua di Tretes Fashion Carnival di tahun 2015.
Model menunjukkan kostum di sepanjang Jalan Raya Trawas, dari Kantor Distrik ke terminal Trawas 100 meter.
Nur Rahmawati, salah satu modelnya, mengatakan kostum yang dipamerkan adalah kostum Lion Fish. Ia sengaja memilih kostum ini karena nuansa ceria dengan warna biru dan putih yang mencolok. Kostum yang dikenakannya terbuat dari tempat sampah yang digantungkan seperti merak dengan sayap terentang.
“Kostum ini terbuat dari kain bekas yang tidak digunakan, nuansanya ceria, dan saya bahagia.” Kostum ini pernah memenangkan juara, “kata Nur Rahmawati, Minggu (23/4).
Kostum warna-warni yang dia demonstrasikan, menarik ribuan orang Trawas dan sekitarnya. Puluhan orang bersaing memperebutkan gambar dengan peserta Trawas Trashion Carnical. Tak hanya orang dewasa, anak juga berfoto dengan model yang dikagumi.
“Acara ini menarik dan ramai, punya foto diri untuk koleksi pribadi karena kostum kostumnya sangat kreatif,” kata Rinda (29) salah satu penghuni.
Kepala Kecamatan Trawas, Iwan Abdilah, mengatakan, salah satu tujuan dalam acara ini adalah untuk mengeksplorasi kreativitas warga Trawas. Semua kostum dibuat oleh desainer lokal di Kecamatan Trawas. Bersamaan dukung pariwisata di Kabupaten Mojokerto.
“Di Trawas ada komunitas TTC, yang semuanya adalah pemuda Trawas, dan mereka telah mengembangkan kreativitas untuk mengolah sampah menjadi barang berharga, bahkan beberapa kostum telah menang dalam berbagai balapan,” kata Iwan Abdilah.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s