KISAH CINTA SEGITIGA SEORANG SOPIR DAN ISTRI PENGUSAHA DI BERAU

Metroqq.net – Tiga tersangka pembunuh Samir (57), seorang pengusaha terkenal di Berau, Kalimantan Timur, ditangkap oleh Polisi Jatanras Berau. Motifnya, karena salah satu pelaku menaruh dendam. Motif lain yang diduga adalah kisah cinta segitiga dengan istri korban.
Kasus tersebut berawal dari hilangnya Samir, yang dilaporkan ke Kantor Polisi Berau pada 22 April 2017. Tim Jatanras yang memulai penyelidikan menemukan mobil Samir diparkir di salah satu daerah di Tanjung Redeb. Tersangka polisi, di dalam mobil terlihat bintik-bintik darah kering yang dicurigai sebagai darah Samir.
Diduga, Samir terbunuh. Ujung depan tim Jatiras akhirnya menahan 2 tersangka pelaku, Wahyudin (34) dan Supriadi (25), di Kalimantan Selatan. Namun dari uraian keduanya, diklaim dipesan oleh Laminyo (44), sopir pribadi korban.
“Ya, awalnya kami menangkap dua tersangka pelaku di Kalimantan Selatan, yang mengarah ke L (Laminyo), seorang sopir pribadi istri korban, L menjanjikan Rp 50 juta, L kemudian kami mengamankannya, dan kami meminta untuk menunjukkan di mana dia membuangnya. Tubuh, “Polisi Pidana Berau AKP Damus Asa, saat dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (3/5).
“Mayat korban yang kita temukan di daerah perkemahan ya, seminggu kemudian tepatnya 29 April ya, dan pastinya mayat korban (Samir),” kata Damus.
Dari uraian ketiganya, eksekusi pembunuhan Samir, dilakukan di dalam mobil, saat korban dan 3 pelaku adalah 1 mobil. Supriadi dan Wahyudi, awalnya menangkap leher korban dengan tali, dan Laminyo fokus mengemudi. Setelah dikonfirmasi tewas, mayat tersebut dibuang ke perkemahan.
“Dari Rp 50 juta yang dijanjikan, L hanya membayar Rp 25 juta kepada dua temannya sebagai eksekutor,” kata Damus.
“Motifnya adalah dendam karena korban pernah menyeka kakinya yang kotor, di pelana. Pants L. Jadi L, berencana membunuh nyawa korban, tapi melalui kedua teman,” jelas Damus.
Dugaan dugaan, pelaku Laminyo memiliki hubungan terlarang dengan istri korban. Apalagi pengemudi Laminyo, punya uang Rp 25 juta dari Rp 50 juta yang dijanjikannya untuk membayar 2 pelaksana. Kecurigaan muncul, sumber dana Laminyo adalah istri korban sendiri.
“Tuduhan (keterlibatan cinta segitiga) masih ada di tangan kita, dan juga dana Rp 50 juta yang dijanjikan pelaku L ini, kami akan meminta tambahan informasi dari istri korban,” kata Damus.
Tiga pelaku, sekarang mendekam di sel penjara Polda Berau. Penyelidik menjerat dia dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dugaan cinta segitiga, begitu hangat pembicaraan warga Berau.
“Agar tidak menimbulkan kebingungan, kami meminta orang untuk mempercayai kami, kami akan menyelesaikan kasus ini,” kata Damus.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s