LIMA RUTAN DI YOGYAKARTA SUDAH AMAN

Metroqq.net – Lima dari tujuh pusat penahanan dan lembaga pemasyarakatan di Yogyakarta masih bisa menampung tahanan. Sementara dua lainnya, penjahat sudah ramai.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan Sleman dan Lapas Bantul. Di Lapas Sleman sekarang menampung 213 narapidana dari kapasitas hanya 196 orang. Pun Lapas Bantul. Ada 175 dari kapasitas maksimal 127 narapidana.
Kepala Divisi Divisi Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DIY, Etty Nurbaiti, mengungkapkan pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi beban penjara di dua lokasi tersebut.
Langkahnya adalah mengubah narapidana ke dalam penjara atau rumah tahanan (Rutan) yang masih bisa menampung. Meski demikian, kata Etty, mutasi tahanan di penjara tidak mudah. Karena itu, salah satu kondisi penahanan yang bisa ditransfer harus menjalani hukuman tidak lebih dari 1,5 tahun.
“Nah, selama ini jika proses mutasi dilakukan jumlah warga yang dibangun juga meningkat,” kata Etty ditemui di kantornya pada hari Senin, 8 Mei 2017.
Di lapangan Bantul berkapasitas lebih, Etty melanjutkan, masih cukup aman. Karena itu, kelebihan kapasitas tidak mencapai 100 persen dan masih bisa ditangani.
Etty juga mengatakan bahwa walaupun dua penjara di DIY kelebihan kapasitas, kecuali untuk Sleman dan Bantul, secara umum kondisi semua penjara dan penahanan aman.
Data Kantor Wilayah Kemenkum HAM DIY, ada 1.534 tahanan dari kapasitas maksimal 1.795 orang. Dengan jumlah itu, Etty mengasumsikan warga yang ditargetkan tidak tinggal bersama.
“Rata-rata satu sel dipenuhi tiga sampai sembilan orang atau menurut luas bangunan, dibanding Lapas di Pekanbaru, Riau, jauh lebih baik karena harus ada 15 orang tapi sampai 30. Kami juga memastikan kelayakan tempat tidur dan makanan. Konsumsi orang yang dibantu, “katanya.
Dia menambahkan bahwa masalah penjara dan penahanan tidak berkapasitas. Baginya, masalah yang perlu diatasi adalah meminimalisasi tingkat kejahatan di daerah.
Etty menunjukkan bahwa Kabupaten Sleman sudah terbiasa dengan kriminalitas. Akibatnya, penjara di Sleman melebihi kapasitasnya yang layak.
“Di DIY ada rata-rata 100 orang per tahun yang masuk penjara, kami tidak ingin jumlah narapidana meningkat,” katanya.
Selain itu, Etty mengatakan, dalam pelaksanaan undang-undang tersebut perlu dilakukan penyelesaian damai atas konflik atau keadilan restoratif. Menurutnya, langkah ke depan bisa dilakukan agar tidak semua orang yang melanggar hukum dengan mudah masuk penjara.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s