Gaya Rezieq Shihab Hadir Di Sidang Ahok

Habib Rizieq Syihab duduk di sisi kanan dekat jendela mobil. Frontman Front Pembela Islam (FPI) dipusatkan. Ia didampingi anaknya, dan Habib Muksin.

Rizieq terlihat mengenakan jubah dan topi putih. Di foto yang diterima, tertulis waktu syuting pada 14 Mei lalu. Benarkah foto itu diambil saat Rizieq berada di Saudi?

“Ini bukti ada fotonya, dia ada di Arab Saudi, setelah Malaysia,” kata kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera saat dikonfirmasi merdeka.com.

Karena kasus obrolan berbau pornografi mencuat, bak Rizieq hilang di bumi. Dua kali dipanggil oleh penyidik ​​Polda Metro Jaya, Rizieq tidak hadir. Firza Husein sekarang menjadi tersangka.

Panggilan pertama untuk Rizieq ditayangkan Selasa (25/4). Sehari setelah telepon, Rabu (26/4), Rizieq berangkat ke Tanah Suci. Dia pergi bersama istrinya Umi Syarifah Fadlu, enam anaknya, dan menantu laki-laki, dan pamannya.

Saat melakukan ibadah di Mekah, ia dan keluarganya juga mengunjungi tokoh dan cendekiawan. Dakwah menawarkan sering diterima oleh Rizieq.

“Saya mengatur jadwalnya, jadi saat di Mekkah dia tidak menolak berkhotbah di sana,” kata Ustaz Buchori yang didampingi Rizieq di merdeka.com, Rabu (17/5).

Selama aksi 5 Mei, Rizieq tidak hadir. Dengan koneksi seluler di dekat loudspeaker di mobil komando, Rizieq memiliki kesempatan untuk berbicara dengan para demonstran. Dia mengatakan bahwa meskipun dia berada di Mekkah, hatinya tetap berada di negara ini.

Ia terus memberi semangat dorongan semangat agar terus menjaga proses persidangan. “Saudaraku, meski aku jauh terlihat, tapi aku dekat dengan hatimu,” kata Rizieq.

Dua hari setelah aksi 5 Mei, Rizieq kembali dipanggil. Telepon itu kembali diabaikan. Rizieq berpendapat masih di Tanah Suci dan berfokus pada ibadah.

Ketua Tim Penasihat Hukum Rizieq, Kapitra Ampera mengatakan dalam seruan kedua, kliennya berada di Mekah ke salah satu negara di Timur Tengah untuk melihat anak keduanya hanya melahirkan. “Antara hari Minggu (7/5) membawa Ustad Buchori dari Mekkah,” kata Kapitra.

Dua hari mengunjungi cucunya yang baru lahir, Abu Bakar, Rizieq kembali ke Mekkah. Dari Mekah kemudian ke Malaysia untuk menyelesaikan disertasinya di Universitas Ilmu Pengetahuan Islam Kuala Lumpur, Malaysia. Hanya beberapa hari Rizieq berada di negara tetangga.

“HRS saat ini adalah kandidat doktor dalam Dokumentasi dan Dakwah Islam Universitas Ilmu Pengetahuan Islam Malaysia, disertasinya adalah 70 persen,” kata Kepala Program Pendidikan dan Imigrasi Islam USIM, Profesor Associate Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni di Kuala Lumpur, Kamis ( 11/5).

Sementara di Malaysia, Sabtu (13/5) Rizieq sudah merencanakan untuk kembali ke Tanah Air. Namun ia merasa mendapat telepon dari pihak kepolisian sebagai bentuk kriminalisasi. Dia khawatir jika dia menjadi tersangka dan ditangkap oleh rakyat, dia akan bereaksi sedikit.

“Mungkin setelah Ramadan habib akan pulang,” kata Kapitra sambil tersenyum.

Tim merdeka.com juga secara singkat melacak kehadiran Rizieq di rumah bertingkat tiga di Petamburan, Jakarta Pusat. Untuk mendekati rumah lukis abu-abu itu harus melewati gang kecil dari Jalan Petamburan III. Di gang sebelah rumah, ada pos sekitar 3 X 6 meter. Ada dua orang yang tidur nyenyak ditutupi dengan sarung biru.

Seorang wanita tetangga Rizieq mengaku pernah mendengar suara Rizieq yang memarahi seorang pembangun yang membangun rumahnya. Posisi kamar wanita berada di lantai dua sebuah dinding dengan rumah Rizieq.

Kepala Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan sejak awal pemeriksaan panggilan selalu dikawal ke rumah Rizieq. “Ya lah lah, Kan kalau mau cek sana. Kalau enggak ada di rumah ya enggak kita cek,” katanya.

Untuk mengetahui kemajuan Rizieq, polisi berkoordinasi dengan penasihat hukumnya. Polisi juga membuka kesempatan untuk mengeluarkan pemberitahuan biru jika Rizieq tidak pernah kembali ke Indonesia.

“Tidak harus menjadi tersangka, seseorang yang kami curigai, kami bisa mengirim pemberitahuan biru ke Interpol,” kata Kepala Divisi Humas Polri Insp. Jenderal Setyo Wasisto.

Polisi juga memohon kepada Rizieq untuk mengikuti proses hukum kasus yang melilit dirinya. Jika dia merasa tidak bersalah, polisi mengundang Rizieq untuk mengklarifikasi.

“Ya saya bilang, saya mendesak Rizieq kembali ke Indonesia, jika dia merasa tidak bersalah, mohon klarifikasi, jelaskan agar penyidik ​​juga mendapat masukan seimbang,” kata Setyo.

“Sebagai warga negara yang baik, sebagai sosok yang memiliki banyak pengikut, tentunya dia harus menghormati negara kita adalah sebuah negara hukum, dengan menghormati hukum di Indonesia,” katanya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin juga mendorong Rizieq untuk mematuhi undang-undang tersebut dengan kembali ke negara tersebut. “Semua harus mematuhi kita sebagai warga negara, karena hukum negara kita harus mematuhi proses hukum,” kata Balaikota DKI, Rabu (17/5).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s