2 Kurir Narkoba Ditangkap Polisi

Polisi membongkar perdagangan narkoba yang diduga dikuasai Penjara Tanjung Gusta, Medan. Dua kaki tangan sindikat tersebut ditangkap dengan bukti 1,8 kg obat shabu-shabu.

Kedua tersangka yang ditangkap oleh masing-masing SY (37), warga Jalan Irian Barat, Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, dan AN (30), warga Jalan Kuali, Sei Putih Tengah, Medan Petisah, Medan.

“Keduanya kurir dikontrol dari dalam penjara, mereka diamankan di depan minimarket di Jalan Gaperta, Helvetia, Medan Helvetia, Medan, Sabtu (15/7) malam,” kata Wakapolrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja di Mapolsek Sunggal, Kamis (20/7).

Kedua kurir obat tersebut diamankan setelah petugas mendapat informasi tentang kesepakatan narkoba di Jalan Gaperta, Medan. Investigasi dan pengawasan dilakukan.

Petugas perencana tidak sia-sia. Mereka menemukan seorang pria yang mencurigakan menumpang sepeda motor di depan sebuah minimarket di jalan pada Sabtu (15/7) malam. Pria berinisial SY ini dicari.

“Kami menemukan bukti shabu-shabu 3,5 ons bahwa kami mengubur rumah tersebut dan menemukan 1,5 kg lagi,” kata Tatan.

Jangan sampai disitu, polisi menangkap rekan SY dengan inisial AN. Keduanya mengaku membawa shabu-shabu dari Aceh untuk diedarkan di Medan.

Dalam penangkapan kedua tersangka tersebut, polisi juga mengamankan timbangan listrik, 3 kantong plastik berisi klip plastik kosong, satu plastik hijau kosong yang dicurigai sebagai shabu-shabbing, satu kotak amplop putih, 2 unit mobil, dan 1 unit motor.

SY dan AN mengaku mendapatkan pasokan narkotika dari BCL di Aceh. Sedangkan pemilik barang haram disebut inisial RL alias U. Dia adalah seorang tahanan yang masih menjalani hukuman di penjara Tanjung Gusta.

“Kami masih memeriksa narapidana, karena yang bersangkutan tidak mengenalinya,” kata Tatan.

Saat ditanyai oleh wartawan, SY mengaku hanya memberikan obat sekali. “Hanya sekali ini, bayar Rp 500 ribu sekali saja,” akunya.

SY dan AN dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) huruf a Pasal 112 ayat (2) Pasal 132 ayat (1). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman tersebut adalah hukuman mati maksimal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s