Harga Cabai Rawit Kini Meningkat Hingga Rp 90.000 per kilogram

Harga cabe rawit di lokasi pasar tradisional Kota Ambon, Maluku, memasuki minggu keempat Juli 2017 lagi melonjak menjadi Rp 90.000 per kilogram.

Pemantauan di lokasi pasar Mardika dan Batu Merah dan pasar Gotong Royong, pedagang yang mematok harga cabe rawit bervariasi dari Rp 85.000 sampai Rp 90.000 per kilogram, naik dari Rp 60.000 per kilogram, sementara ritel Rp 8.000 per cupa (cupa, ukuran satu kaleng Susu Kental Manis Cap Nona), sedangkan untuk cabai panjang dipatok keriting harga Rp 50.000 per kilogram, dan eceran Rp 5.000 per tumpukan kecil.

“Kondisi seperti itu sering terjadi sejak bulan puasa hingga 2017 sampai sekarang, yang senantiasa berubah, bahkan di awal Juni sebesar Rp 120.000 per kilogram,” kata pedagang pasar Mardika Abdullah seperti dikutip Antara, Sabtu (22/7). ).

Harga cabe rawit yang mencapai Rp 90.000 per kilogram sedikit meningkat bila dibandingkan dengan beberapa hari lalu yang mencapai Rp 60.000 sampai Rp 65.000 per kilogram.

Katanya, perubahan harga cabe juga karena harga yang ditetapkan oleh petani kepada pembeli, terutama pengecer diar yang tidak merata. “Petani ini juga terbiasa dengan harga mahal, karena beberapa waktu lalu ada pengusaha dari luar daerah, terutama dari Papua yang datang ke Ambon untuk membeli cabai untuk memenuhi kebutuhan di daerah dengan menawarkan harga tinggi,” katanya.

Abdullah juga mengakui bahwa saat ini cabai atau layang-layang yang tersedia tersedia di mana-mana, namun arus pasokan dari petani mulai menurun dan mempengaruhi harga di pasar. “Apalagi kebutuhan pokok ini tidak bisa disimpan lama, apalagi saya dan teman-teman di pasar tidak memiliki lokasi penyimpanan yang memadai,” katanya lagi.

Harga cabai yang meroket mempengaruhi harga bumbu masak lainnya, seperti bawang merah, yang beberapa agen membutuhkan harga bawang merah untuk turun. Pedagang pasar menaikkan harga seperti bawang merah Rp 46.000 per kilogram, naik dari Rp 45.000 per kilogram.

“Kecuali bawang putih masih bertahan di Rp 40.000 per kilogram dan eceran Rp 5.000 per tumpukan kecil,” katanya.

Sedangkan untuk bumbu masak lainnya seperti tomat juga naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 26.000 per kilogram.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s