Salah Satu Saksi Kunci Kasus Korupsi e-KTP, Johannes Marleim Dikabarkan Meninggal Dunia

Salah satu saksi kunci kasus korupsi e-KTP mega, Johannes Marliem meninggal. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat kabar ini.

“Saya punya informasi tentang kematian,” kata Kepala Bidang Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, Jumat (11/8).

Namun, Febri mengaku belum mendapat rincian penyebab kematiannya Johannes. “Kami belum bisa mendapatkan informasi lebih rinci dalam rangka menangani kasus e-KTP investigasi, yang merupakan otoritas penegak hukum setempat,” katanya.

Johannes adalah penyedia sistem identifikasi sidik jari otomatis L-1 (AFIS), yang akan digunakan dalam proyek e-KTP. Dia membiayai staf pusat teknologi informasi dan komunikasi BPPT, Tri Sampurno, ke Florida dan Husni Fahmi.

Selama seminar 7 hari di Florida, Tri dan Husni, salah satu staf BPPT lainnya, memperoleh $ 20.000. Uang itu diberikan Johannes melalui perantara sebelum mereka check in.

Merasa tidak berhak mendapatkan uang tersebut, Johannes memberikan uang langsung diserahkam kepada Husni Fahmi di pesawat.

“Saya memberikan uang itu langsung di amplop ke Pak Husni saat di pesawat, maka saya katakan, tolong beri saya akomodasi jika tidak tercakup selama saya tinggal disini saya sembilan hari sekitar Rp 1.500,” kata Tri.

Uang itu merupakan bagian dari USD 20.000 yang diberikan oleh Johannes Marliem. Dalam surat dakwaan yang dimiliki oleh Irman dan Sugiharto, sejumlah pengusaha yang tergabung dalam tim konsorsium mengadakan beberapa pertemuan di Graha Mas Fatmawati Blok B 33-35 milik Andi Agustinus alias Andi Narogong. Dalam pertemuan tersebut, diduga bahwa sudah ada skema konsorsium yang akan dimenangkan, di mana konsorsium tersebut menjadi standar Andi Narogong.

Setidaknya ada tiga konsorsium yang dibentuk ‘sengaja’ oleh Konsorsium Andi PNRI, Konsorsium Astragraphia, dan Konsorsium Murakabi. Untuk konsorsium Murakabi ada PT Java Trade yang masuk ke dalam anggota.

Direktur Perdagangan Jawa Jawa, Johannes Marliem kemudian menawarkan Johannes Richard Tanjaya untuk membuat spesifikasi teknis untuk AFIS kemudian menggunakan produk L-1.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s