Di Pilpres 2019 Mendatang, Jokowi Akan Dijodohkan Dengan Agus Yudhoyono

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kini dikabarkan maju mencalonkan Pilpres 2019. Usai kalah dari Pilgub DKI 2017, nama AHY bahkan moncer di sejumlah lembaga survei sebagai calon wakil presiden.

Menurut survei Indo Barometer, saat ini AHY berada di posisi teratas sebagai calon wakil presiden jik disandingkan dengan incumbent Jokowi. Pasangan Jokowi-AHY diprediksikan akan meraup 48,6 persen.

Dikarena AHY berlatar belakang militer, maka AHY akan dinilai tinggi jika dipasangkan dengan Jokowi. Jokowi disebut membutuhkan kombinasi sipil-militer di Pemilu 2019 mendatang. Meskipun menurut survei, Jenderal Gatot Nurmantyo juga dipasangkan dengan Jokowi, hasilnya masih kalah 1,3 persen dari AHY.

Survei tersebut dilakukan dari 15-23 November 2017 dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen  dan 95 persen tingkat kepercayaan. Survei ini melibatkan 1.200 responden.

Agus nampaknya tengah membangun komunikasi dengan para petinggi partai. Agus sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Jokowi, JK bahkan Prabowo untuk membicarakan berbagai persoalan. Meski bukan kader Demokrat, Agus berdiri di belakangan bendera The Yudhoyono Institute yang ia dirikan pasaca kalah dari Pilgub DKI.

AHY kini tengah melakukan safari politik ke berbagai penjuru Tanah Air. Termasuk, mengunjungi korban bencana longsor dan banjir di Pacitan Jawa Timur. Bersama keluarganya, AHY membantu korban banjir di kota kelahiran sang ayah tersebut.

Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, memang putra sulung ketum Demokrat SBY itu paling menonjolkan untuk disandingkan dengan Jokowi. Serta cook untuk dijadikan sosok pimpinan nasional.

” Kita semua lihat dan memang AHY kelihatannya menjadi ‘anak gadis yang cantik’ ya kalau tadi dicocokan ke pangeran ya. Dan itu data yang kita lihat semua di situ, kata Hanca di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Minggu (3/11).

Hinca juga mengatakan bahwa, ” AHY memiliki komunikasi yang sangat baik dengan Jokowi. Dari komikasi yang cocok, akan terbangun hubungan yang baik antara Jokowi-AHY).”

Mantan Calon Guberbur DKI Jakarta, Hinca juga mengklaim, sudah mulai melakukan sosialisasi di beberapa provinsi. Mengingat waktu pencalonan capres dan cawapres masih di tahun 2018 mendatang.

“Dia masih bekerja sebanyak-banyak waktu untuk memperkenalkan dirinya,” ucapnya.

Namun perebutan tiket Pilpres 2019 tidak semudah sekedar ngomong. Sederet nama juga sudah ramai diperbincangkan bakal menjadi pendamping Jokowi. Di antaranya, Gatot Nurmantyo, Sri Mulyani, Mughaimin Iskandar dan Tito Karnavian.

Kontestasi Pilpres 2019 juga akan sangat berpengaruh dengan gugatan UU Pemilu yang mengatur tentang ambang batas capres 20 persen. Jika gugatan ditolak, maka bukan tidak mungkin setiap parpol yang lolos parlemen mencalonkan jagonya sebagai capres dan cawapres 2019.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s